Faktor Risiko Kanker Payudara:
- Gender perempuan: Perempuan lebih mungkin mengalami kanker payudara dibanding pria.
- Risiko kanker payudara meningkat seiring usia: Wanita yang lebih tua dari 55 memiliki risiko lebih besar daripada wanita yang lebih muda.
- Sudah pernah kena kanker payudara: Jika Anda sudah pernah menderita kanker payudara pada satu payudara, Anda memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker pada payudara satunya.
- Riwayat kanker payudara pada keluarga: Jika Anda memiliki seorang ibu, saudara perempuan atau anak perempuan dengan kanker payudara, Anda memiliki kesempatan lebih besar didiagnosis menderita kanker payudara. Namun, sebagian besar orang yang didiagnosis dengan kanker payudara tidak memiliki riwayat kanker payudara pada keluarga.
- Mewarisi gen yang meningkatkan risiko kanker: Mutasi gen tertentu yang meningkatkan risiko kanker payudara dapat diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya. Mutasi gen yang paling umum disebut sebagai BRCA1 dan BRCA2. Gen ini dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker lainnya.
- Paparan radiasi: Jika Anda menerima perawatan radiasi untuk dada sejak masa kanak-kanak atau dewasa muda, Anda lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara di kemudian hari.
- Kelebihan berat badan meningkatkan risiko kanker payudara karena jaringan lemak memproduksi estrogen yang dapat membantu pertumbuhan kanker.
- Mulai haid sebelum usia 12 tahun meningkatkan risiko kanker payudara.
- Mulai menopause pada usia yang lebih tua. Jika Anda mulai menopause setelah usia 55 tahun juga cenderung terkena kanker payudara.
- Memiliki anak pertama di usia yang lebih tua. Wanita yang melahirkan anak pertama mereka setelah usia 35 mungkin memiliki peningkatan risiko kanker payudara.
- Terapi hormon pascamenopause. Wanita yang mengonsumsi obat terapi hormon yang menggabungkan estrogen dan progesteron untuk mengobati tanda-tanda dan gejala menopause memiliki peningkatan risiko kanker payudara.
- Minum alkohol meningkatkan risiko kanker payudara. Para ahli merekomendasikan tidak lebih dari satu gelas beralkohol sehari untuk wanita.
- Benjolan di payudara atau ketiak yang berlangsung setelah siklus menstruasi wanita. Hal ini seringkali gejala pertama yang jelas pada kanker payudara. Benjolan yang terkait dengan kanker payudara biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, meskipun beberapa dapat menyebabkan sensasi berduri. Benjolan biasanya terlihat pada mammogram jauh sebelum mampu dilihat atau dirasakan.
- Setiap perubahan dalam ukuran, kontur, tekstur, atau temperatur payudara. Permukaan kulit pada payudara seperti jeruk bisa menjadi tanda kanker payudara stadium lanjut.
- Perubahan di puting, seperti retraksi puting (puting yang tertarik), atau puting yang awalnya keluar menjadi masuk ke dalam, gatal, sensasi terbakar, atau ulkus. Ruam bersisik pada puting merupakan gejala dari penyakit Paget, yang mungkin berhubungan dengan kanker payudara yang mendasarinya.
- Keluar cairan yang tidak biasa dari puting seperti berdarah, atau cairan berwarna lain. Ini biasanya disebabkan oleh kondisi jinak, tetapi bisa disebabkan oleh kanker dalam beberapa kasus. Diagnosis Kanker Ovarium
- Pada umumnya, kanker payudara didiagnosis melalui pemeriksaan rutin atau ketika penderitanya menyadari gejala-gejala tertentu yang akhirnya menjadi pendorong untuk ke dokter.Pemeriksaan fisik saja tidak cukup untuk mengonfirmasi diagnosis kanker payudara.
- Semakin dini kanker
terdeteksi, semakin baik untuk kesehatan jangka panjang pasien.
Mendapatkan gambaran singkat dari tes yang dapat membantu mendeteksi
kanker payudara. Semua wanita berisiko mengalami kanker payudara
sehingga perlu dilakukan tes. Tes klinis dengan mamografi dapat dimulai
pada wanita usia 40 tahun ke atas. Hasil abnormal atau wanita berisiko
tinggi mungkin perlu skrining awal atau tes tambahan. Konsultasikan
dengan dokter untuk hal ini.
Pemeriksaan klinis payudara adalah pemeriksaan payudara dilakukan oleh seorang profesional perawatan kesehatan. Ini merupakan check-up dasar untuk wanita, dan biasanya dimulai pada usia 20 tahun.
Deteksi Kanker Payudara - Mammogram
- Mammogram adalah tipe khusus dari X-ray diambil untuk mencari pertumbuhan yang abnormal atau perubahan dalam jaringan payudara. Ini adalah alat kunci dalam deteksi kanker payudara. Kebanyakan hasil mammogram normal, atau itu artinya tidak ada suatu kanker payudara. Namun, jika hasil mammogram menunjukkan abnormalitas, dibutuhkan pemeriksaan penunjang lainnya untuk memastikan apakah ada suatu kanker/ tumor jinak dengan jalan biopsi.
- USG payudara
- Dokter kadang-kadang menggunakan pemeriksaan ultrasound untuk memeriksa apakah benjolan payudara adalah kista (kantung yang berisi cairan yang bukan kanker) atau massa solid (bisa kanker atau tumor jinak)
- Biopsi payudara
- Ketika dokter melakukan biopsi, maka dokter melakukan suatu operasi kecil untuk mengambil sampel sel dari suatu massa yang mencurigakan untuk melihat secara mikroskopis apakah sel dari massa tersebut itu kanker. Sel penyusun kanker payudara itu berbeda-beda. Inilah yang menjelaskan kanker payudara terbagi menjadi beberapa jenis.
- Biopsi payudara dengan minimal invasif
- Jenis biopsi payudara ini menggunakan jarum halus kecil, bukan suatu operasi. Namun, pada prinsipnya, tujuannya sama dengan biopsi payudara biasa.
- Biopsi sentinel nodus
- Dalam biopsi sentinel nodus, dokter memeriksa kelenjar getah bening di bawah lengan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke sistem getah bening.
- Duktal lavage
- Lavage duktal memeriksa sel dari saluran susu untuk sel prakanker.
Pengobatan Kanker Ovarium Penanganan kanker payudara setiap orang bisa berbeda-beda. Hal ini bergantung pada jenis kanker yang dialami, stadium kanker, ukuran massa, serta sensitivitas sel kanker terhadap hormon. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah: - Memilih pengobatan kanker yang terbaik
- Terdapat sejumlah pilihan pengobatan tergantung dari stadium dan jenis kanker yang diketahui pada saat biopsi. Preferensi pasien adalah bagian dari proses pengambilan keputusan dalam memilih pengobatan kanker payudara.
- Pembedahan
- Pembedahan dilakukan untuk mengangkat kanker. Pembedahan dilakukan bila stadium masih stadium awal, dan biasanya diangkat sampai ke kelenjar getah bening ketiak untuk menghindari adanya penyebaran kanker menuju sel-sel getah bening. Namun, untuk stadium lanjut, justru pembedahan tidak dilakukan mengingat penyebaran yang mungkin telah menjalar dan pembedahan tidaklah menyelesaikan masalah.
- Kemoterapi
- Kemoterapi sering digunakan untuk menghindari kemungkinan kembalinya kanker. Biasanya pada pasien yang telah dilakukan pembedahan pun perlu dilakukan kemoterapi, dan pasien yang tidak dilakukan pembedahan biasanya tetap dilakukan kemoterapi dikombinasikan dengan radioterapi (terapi radiasi).
- Radiasi
- Terapi radiasi adalah cara lain untuk membantu mengurangi kemungkinan kembalinya kanker. Biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi.
- Terapi hormon
- Terapi hormon dapat membantu mengekang pertumbuhan, penyebaran, atau kekambuhan dari beberapa jenis kanker payudara seperti tamoxifen, inhibitor aromatase, dan obat hormonal lainnya untuk kanker payudara.
- Terapi biologis
- Terapi
biologi bertujuan untuk menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk
mengekang kanker. Namun di Indonesia, terapi ini masih jarang dilakukan.
Herceptin adalah salah satu terapi biologi.
Kanker Payudara yang Berulang
Untuk diketahui, jika kanker payudara kambuh, kanker tidak selalu kembali ke payudara. Beberapa orang menggunakan terapi alternatif untuk melanjutkan proses pengobatannya. Lantas apakah terapi ini dianjurkan?
Kebanyakan dokter tidak menyarankan jika hanya mengandalkan pengobatan alternatif untuk kanker payudara. Obat alternatif hanya untuk terapi komplementer, termasuk meditasi, doa, akupunktur, jamu-jamu tradisional, dan sebaiknya hal ini perlu didiskusikan dengan dokter.
Dokter akan membantu memberikan penjelasan secara evidence based tentang kegunaan terapi alternatif. Terapi alternatif akan meningkatkan kondisi tubuh, tetapi tidak menggantikan perawatan konvensional seperti radioterapi dan kemoterapi serta pembedahan. Karena kanker adalah penyakit yang timbul dari tingkat terkecil dari sel sehingga pemusnahan dan pembetulan sel tersebut memerlukan sesuatu yang ‘menembus’ hingga tingkat inti sel.
Cara Mengobati Kanker Payudara Secara AlamiKami De Nature Herbal menyediakan obat kanker payudara. Obat Herbal kami telah terdaftar di BPOM, DINKES, serta berlabel Halal dari MUI. Obat Herbal kami berbahan ekstrak tumbuhan dan ramuan khas pengobatan kanker payudara maupun jenis kanker lainnya.
Jika Anda ingin berkonsultasi langsung dengan kami atau ingin melakukan
pemesanan produk herbal kami, silahkan hubungi kontak kami berikut:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar